Kain dan Habel

Dec

4

2011

Salam Kasih pak BP..
Pertanyaan saya adalah, mengapa persembahan kain tidak diindahkan TUHAN..? Menurut penafsiran saya, bahwa persembahan kain tidak/bukan yang terbaik atau motivasi kain memberi hanya sekedar rutinitas. Sedangkan ada penafsiran dari tmn2 yg lain bahwa yg TUHAN mau adalah persembahan darah. Saya kurang setuju, krn jenis korban adalah korban persembahan dan bukan korban penghapus dosa. Bgmn pendapat pak BP..?

Incoming search terms:

Tags:

In: Alkitab Asked By: [51 Blue Star Level]
Answer #1

Tanya:

Quote:
Salam Kasih pak BP..
Pertanyaan saya adalah, mengapa persembahan kain tidak diindahkan TUHAN..? Menurut penafsiran saya, bahwa persembahan kain tidak/bukan yang terbaik atau motivasi kain memberi hanya sekedar rutinitas.

Jawab:
Penafsiran Anda dapat dibenarkan dengan dasar Alkitab sbb:

Tuhan menerima persembahan Habel karena dia menghampiri Allah dengan iman yang benar dan pengabdian kepada kebenaran.

    * Ibrani 11:4
    Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.”

    * 1 Yohanes 3:12
    “bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.”

Persembahan Kain ditolak karena ia tidak memiliki iman yang taat dan perbuatannya jahat. Allah berkenan atas persembahan dan ucapan syukur hanya apabila kita sungguh-sungguh berusaha hidup benar sesuai dengan kehendak-Nya.

Tanya:

Quote:
Sedangkan ada penafsiran dari tmn2 yg lain bahwa yg TUHAN mau adalah persembahan darah.

Saya kurang setuju, krn jenis korban adalah korban persembahan dan bukan korban penghapus dosa. Bgmn pendapat pak BP..?

Jawab:
Penafsiran teman-teman Anda-pun benar, dan sesungguhnya inilah yang lebih tepat, bahwa peristiwa persembahan Habel yang mengkurbankan anak domba dengan darah tertumpah adalah sebuah typology.
Typology adalah sebuah bentuk prediksi nubuat, dimana hal tersebut akan digenapi oleh “anti-type” nya, yaitu pengorbanan darah Anak Domba Allah (Yesus Kristus) yang darahnya tertumpah di kayu Salib. Oleh karenanya persembahan Habel lebih diterima daripada persembahan Kain.

Sebelum peristiwa ini, kepada orang-tua Kain dan Habel, yaitu kepada Adam dan Hawa sudah diberikan suatu pernyataan tentang typology yang sama (prinsipnya sama) dengan peristiwa yang berbeda, yaitu analogi “cawat daun-daunan vs cawat kulit binatang”. Reff : keselamatan-dari-allah-vt214.html#p420

Akibat dosa yang diperbuatnya: Adam dan Hawa berinisyatif menutup aurat mereka dengan cawat daun-daunan. Meski fungsinya sama, yaitu untuk menutupi aurat, namun Allah tidak berkenan dengan “cawat daun-daunan versi Adam”. Allah membuatkan cawat kulit binatang yang dibuat dari binatang yang darahnya telah tertumpah untuk menutupi aurat itu.

Adam dan Hawa tahu persis, bahwa Allah tidak mungkin berkompromi terhadap dosa yang telah mereka perbuat. Karena mereka adalah orang pertama yang jatuh ke dalam dosa, maka pasti mereka mengetahui, atau setidaknya mereka mendengar tentang akibat dosa mereka, dan juga cara untuk mendapatkan pengampunan. Setelah mereka mengetahui bahwa cara untuk mendapatkan pengampunan itu ialah menjadikan seekor domba sebagai korban pengganti mereka sementara menunggu “domba Allah” yang sedang dipersiapkan, maka tentu mereka meneruskan ajaran itu kepada anak cucu mereka.

Dalam cerita Kain dan Habel, terkandung makna bahwa pada prinsipnya mereka tahu dengan jelas tentang jalan keselamatan. Tetapi rupanya Kain tidak serius dalam menanggapi makna jalan keselamatan yang diajarkan Allah. Sedangkan Habel lebih berhikmat, dan tulus, sehingga dia menuruti tata-cara yang dikehendaki Allah.

Apa yang dilakukan oleh Kain itu hampir sama dengan tindakan orang- orang yang mempersembahkan sesajian yang berupa makanan, buah-buahan, dan berbagai benda materi lain. Mereka berpikir bahwa dengan mengganti rugi secara materi maka dosa mereka akan diampuni. Atau, hanya dengan motivasi untuk sekedar mempersembahkan apa yang ada pada mereka tanpa menghiraukan kehendak Allah. Karena Kain seorang petani, ya… dipersembahkannyalah hasil pertaniannya. Prinsip dan caranya dikuti oleh kebanyakan manusia di dunia ini. Mereka seolah-olah berkata, “Tuhan seharusnya mengerti keadaan saya dan menuruti jalan dan cara saya.”

Namun Habel mempersembahkan domba yang tak bercacat. Tentu saja Tuhan berkenan kepada persembahan Habel. Ia telah melakukan tepat seperti kehendak Tuhan, yaitu seperti yang didengarnya dari orangtuanya. Mereka harus percaya kepada Penyelamat yang akan dikirim Allah, dan sebelum Penyelamat itu datang untuk menanggung dosa mereka, domba adalah gambaranNya. Kain juga pasti mendengar hal yang sama, tetapi mungkin karena dia tidak rela mematuhi perintah Tuhan, maka dipilihnya jalan yang baik menurut pendapatnya. Itulah sebabnya mengapa Ibrani menulis demikian: Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.” (Ibrani 11:4). Reff: bukankah-allah-bisa-mengampuni-saja-vt220.html#p13355

Typology2 tentang pengampunan dosa dengan darah diceritakan di dalam Alkitab di sepanjang zaman para nabi. Lihat di keselamatan-dari-allah-vt214.html#p420

Kita ambil satu contoh lagi, yaitu peristiwa “pengurbanan anak Abraham (Ishak)” yang akhirnya digantikan dengan “anak domba dari Allah”:

Reff: tipologi-vt1235.html#p3861

saya kutip sebagian:

Quote:
2. Tipologi Domba Kurban dari Allah

Image

Banyak orang mengira bahwa apa yang dilakukan Allah kepada Abraham untuk mempersembahkan ‘anaknya yang tunggal’ itu sebagai ‘ujian iman’ saja. Namun Alalh tidak perlu-perlunya melakukan hal yang kejam ini untuk sekedar menge-test iman Abraham. Yang dilakukan Allah adalah lebih dari itu, dimana sekali lagi diberikan ‘nubuat’ dalam tipologi bahwa pada saatnya nanti ada domba penebusan dosa yang paling sempurna yang datangnya dari Allah.

Selengkapnya di keselamatan-dari-allah-vt214.html#p421

Peristiwa2 tsb adalah “typology” bahwa dosa hanya dapat ditutupi/ dihapus dengan kurban darah. Kitab Ibrani menulis demikian:

    * Ibrani 9:22
    LAI TB, Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
    KJV, And almost all things are by the law purged with blood; and without shedding of blood is no remission.
    TR, και σχεδον εν αιματι παντα καθαριζεται κατα τον νομον και χωρις αιματεκχυσιας ου γινεται αφεσις
    Translit, kai skhedon en haimati panta katharizetai kata ton nomon kai khôris haimatekkhusias ou ginetai aphesis

Penulis Ibrani merujuk kepada Hukum-hukum pengampunan dosa yang sudah ditetapkan dalam Taurat. Bahkan, pengampunan dengan darah ini adalah ketetapan Allah yang sudah diperkenalkan kepada umatnya sejak mula Adam dan hawa jatuh ke dalam dosa, dan kemudian dibakukan dalam Hukum Taurat. Ketentuan Korban penghapusan dosa/kesalahan/pelanggaran keseluruhannya adalah dengan “menumpahkan darah”. Dalam Kitab Imamat dicatat macam-macam korban sbb :

    - Korban bakaran (Imamat 1:1-17); darah
    - Korban Sajian (Imamat 2:1-16) ; tepung/ minyak
    - Korban Kedamaian/keselamatan (Imamat 3:1-17) ; darah
    - Korban Penghapusan Dosa (Imamat 4:1-35) ; darah
    - Korban Pelanggaran (Imamat 5:1-13) ; darah, (orang miskin boleh memakai tepung dibakar diatas korban “darah” binatang orang lain).
    - Korban penebus salah (Imamat 5:14-19; 6:1-7) ; darah

Perhatikan, sistem pengampunan dan penyucian adalah hanya dengan darah, TAURAT-pun mengajarkan bahwa dosa tidak dimaafkan karena perbuatan-perbuatan amal ibadah, melainkan melalui korban-darah. Prinsip diatas selaras dengan Misi KRISTUS datang ke dunia, Ia menyediakan darahNya sebagai KORBAN TEBUSAN :

    * Ibrani 10:5
    LAI TB, Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: ‘Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki — tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku –.
    KJV, Wherefore when he cometh into the world, he saith, Sacrifice and offering thou wouldest not, but a body hast thou prepared me:
    TR, διο εισερχομενος εις τον κοσμον λεγει θυσιαν και προσφοραν ουκ ηθελησας σωμα δε κατηρτισω μοι
    Translit, dio eiserkhomenos eis ton kosmon legei thusian kai prosphoran ouk êthelêsas sôma de katêrtisô moi

Dia datang ke dalam dunia karena selain dari Dia tidak ada juruselamat:

    * Yesaya 43:11
    LAI TB, Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
    KJV, I, even I, am the LORD; and beside me there is no saviour.
    Hebrew,
    אָנֹכִי אָנֹכִי יְהוָה וְאֵין מִבַּלְעָדַי מֹושִֽׁיעַ׃
    Translit, ‘ANOKHI ‘ANOKHI YEHOVAH VE’EIN MIBAL’ADAY MOSYIA’

Datangnya Allah dalam manusia YESUS yang menyediakan darah bagi pengampunan, adalah selaras dengan prinsip yang telah ditetapkan sejak semula kepada Adam dan Hawa dan kemudian ditetapkan dalam TAURAT, dan benar pada akhirnya, Dia sedirilah yang menggenapinya dengan mati di atas kayu salib, darah-Nya tertumpah bagi dosa-dosa manusia.

Blessings,
BP
December 7, 2011

Answers Answered By: BP [652 Orange Star Level]
Answer #2

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

:) terimakasih utk penjelasannya pak BP. Ada juga hal yang masih mengganjal dipikiran saya, yaitu jenis korbannya bukanlah korban “penghapus dosa” tetapi korban persembahan maka pendapat saya, ok-ok saja kain mempersembahkan korban persembahan yang menurut saya identik dengan korban syukur, jadi tidak utk menghapus dosa, tapi wujud ungkapan syukur.
Kejadian 4:3
AI 4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai KORBAN PERSEMBAHAN
KJV 4:3 And in process of time it came to pass, that Cain brought of the fruit of the ground AN OFFERING UNTO THE LORD.
(IBIS) Beberapa waktu kemudian Kain mengambil sebagian dari panenannya lalu mempersembahkannya kepada TUHAN.
(HOT) ויהי מקץ ימים ויבא קין מפרי האדמה מנחה ליהוה׃
Bagaimana pendapat pak BP…?

Answers Answered By: Marlon Lahope [51 Blue Star Level]
Answer #3

Sorry late reply:

Si Sulung dan Si Bungsu sama-sama mempersembahkan korban, namun pandangan Allah tertuju pada persembahan si Bungsu. Tidak tertulis di Alkitab kita bahwa asap persembahan Habel menjulang ke langit sedangkan persembahan kain tidak. Juga tidak dituliskan bahwa persembahan Habel lebih baik daripada Kain. Yang tertulis hanyalah bahwa Allah memandang kepada persembahan si Bungsu, tidak kepada peresembahan si Sulung.

Cerita seperti itulah yang terus beredar di Israel: “yang pertama menajdi yang terakhir dan yang terakhir menjadi yang pertama”. Dimana Allah-nya Israel sering memutar balikkan setiap peranan:
Bukan Ismael yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Ishak
Bukan Esau yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Yakub
Bukan Manasye yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Efraim
Bukan si sulung dari ke-7 anaknya Isai melainkan anak ke-8, yaitu Daud yang mulanya tidak diperhitukan
Bukan orang kaya itu, tetapi Lazarus si miskin
Bukan anak sulung yang dipestakan, tetapi anak bungsu yang kembali pulang.
Singkatnya, terhadap mereka yang seharusnya tidak layak mendapat kedudukan lebih, justru dipilih.

Tindakan2 Allah di atas sungguh “tidak alami”, sulit dipahami manusia. Demikian juga mengenai mengapa persembahan Habel diterima, tetapi persembahan Kain, tidak.

Kurban syukur selain darah memang ada diatur dalam Alkitab, misalnya kurban buah sulung. Tetapi hal yang terpenting dalam tata-ibadah Israel bukan hal tersebut. Melaikan yang menggunakan darah:

- Korban bakaran (Imamat 1:1-17); darah
- Korban Kedamaian/keselamatan (Imamat 3:1-17) ; darah
- Korban Penghapusan Dosa (Imamat 4:1-35) ; darah
- Korban Pelanggaran (Imamat 5:1-13) ; darah, (orang miskin boleh memakai tepung dibakar diatas korban “darah” binatang orang lain).
- Korban penebus salah (Imamat 5:14-19; 6:1-7) ; darah
Selengkapnya di, 613-mitsvot-vt218.html#p430

Artinya, meski tidak ditulis dalam Alkitab, kita dapat menarik suatu pengertian bahwa Allah lebih berkenan kepada PERSEMBAHAN DARAH, yang merupakan typology pengampunan dosa yang nanti akan digenapi dengan hadirnya Mesias sebagai Anak Domba Allah yang darahnya tertumpah sebagai penghapusan dosa.

Dalam hal ini bisa ditarik suatu pengertian bahwa penyucian dosa tidak dapat diganti dengan yang lainnya selain darah:

- Hutang dosa tidak dapat dibayar dengan dengan amal-ibadah, doa-doa yang panjang diulang2, dll.
- Hutang dosa tidak dapat dibayar dengan berpuasa,
- Hutang dosa tidak dapat dibayar persembahan uang.
- Hutang dosa hanya dibayar dengan darah.

Dan untuk ketentuan tersebut, di dalam Perjanjian Lama, Allah sudah mengumumkannya. Bahkan sejak zaman Adam jatuh ke dalam dosa. Telah ditunjukkan kepada kita semua bahwa “cawat daun made in Adam” tidak diindahkan Allah. Sehingga Allah menggantikan cawat itu dengan “cawat dari bulu binatang” yang sebelumnya sudah terbunuh/ tertumpah darahnya.
Kalau dilihat fungsinya, bukankah “cawat daun made in Adam” dan “cawat bulu binatang made in Allah” sama-sama dapat berfungsi sebagai penutup aurat? Pertanyaannya mengapa “cawat daun made in Adam” yang terbuat dari daun tanaman ditolak?

Ini juga sama dengan yang Anda persoalkan, bukan?

Secara nilai materi misalnya 100 kilo gamdum nya Kain, mungkin berharga sama dengan 1 ekor anak domba nya Habel. Tapi toh kurban yang berasal dari tanaman itu ditolak?

Persembahan Habel dipandang lebih baik dalam Perjanjian Baru:

*Ibrani 11:4
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

* 1 Yohanes 3:12
bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

Jadi mau-tak mau, kita hanya dapat menghubungkan bahwa kisah persembahan “KAIN vs HABEL” itu dalam konteks “Korban pengampunan dosa dengan darah”. Dan korban binatang cara Habel ini dibakukan oleh para nabi-nabi setelahnya:
- Nuh melakukan korban darah,
- Abraham melakukan korban darah,
- Yakub melakukan korban darah,
- Musa dan Harun melakukan korban darah, dan terus dilakukan setelahnya.

Korban2 dalam Perjanjian Lama itu merupakan typology, yang kemudian digenapi oleh Korban dari Anak Domba Allah, yang mati di atas kayu salib di dalam Perjanjian Baru.

Semoga jelas.

Blessings,
BP

Artikel terkait:
- PENGAMPUNAN DENGAN DARAH, di pengampunan-dengan-darah-vt215.html#p413

- DOSA adalah “HUTANG” dalam pola pikir Semitik, di dosa-adalah-hutang-dalam-pola-pikir-semitik-vt1184.html

- V. PENGAMPUNAN MENURUT TAURAT, di apa-perlunya-YESUS-datang-ke-dunia-vt216.html#p418

- Propisiasi – Penebusan, di propisiasi-penebusan-vt1472.html#p5231

- KESELAMATAN dari ALLAH, di keselamatan-dari-allah-vt214.html

BAB II Darah sebagai Alat Pembayaran yang Sah, di darah-yang-membawa-kemenangan-vt3287.html#p18295

Surat Hutang, Kolose 2:14-15, di surat-hutang-kolose-2-14-15-vt3670.html#p20119

Answers Answered By: BP [652 Orange Star Level]

Answer this Question

You must be Logged In to post an Answer.

Not a member yet? Sign Up Now »

Perhatian!

Situs sini adalah tempat Anda bertanya, bukan tempat Anda memposting artikel, pendapat Anda maupun sanggahan Anda. Jika itu maksud Anda, silahkan Anda buat blog pribadi. Selebihnya akan kami hapus, terimakasih atas perhatiannya.

Star Points Scale

Earn points for Asking and Answering Questions!

Grey Sta Levelr [1 - 25 Grey Star Level]
Green Star Level [26 - 50 Green Star Level]
Blue Star Level [51 - 500 Blue Star Level]
Orange Star Level [501 - 5000 Orange Star Level]
Red Star Level [5001 - 25000 Red Star Level]
Black Star Level [25001+ Black Star Level]